Spot Nongkrong vintage nan estetik di Jogja yang kental dengan nuansa 'tempoe doeloe'
Jika berwisata ke Yogyakarta, salah satu daya tarik utama yang tak boleh terlewat adalah spot atau pun destinasi wisata yang tentunya menggambarkan Jogja banget yaitu klasik, tempo dulu dan vintage-ish.
Banyak
sekali tersebar tempat nongkrong maupun Kafe vintage di seluruh sudut kota
Jogja yang identik dengan hal-hal jadul dan bergaya unik, baik dari kuliner
yang ditawarkan hingga dekorasi ruangannya. Tema vintage merupakan “keyword”
utama yang sering menarik minat pengunjung untuk hunting foto atau sekadar
nongkrong saja ketika berwisata ke kota Jogja.
Tak
bisa dipungkiri lagi, sebagai salah satu kota destinasi favorit di Indonesia,
Yogyakarta menyediakan berbagai spot vintage untuk para turis yang ingin
merasakan nostalgia. Tidak hanya dari suasana, tapi juga kulinernya. Berikut beberapa spot rekomendasi penulis yang bisa kamu jadikan referensi, ketika mencari destinasi wisata vintage yang bikin pikiran nostalgia
ke era jaman dahulu.
5 Spot Wisata dengan Nuansa Vintage dan Estetik di Yogyakarta yang Bisa Bikin Pikiran Flashback ke Era Lama
1. Mamahke Jogja

Merupakan
salah satu café serta cake & eatery yang menyuguhkan pemandangan
interior tempo dulu. Tak hanya desain bangunan dan interior saja yang unik,
kafe ini menyediakan berbagai macam menu makanan dan minuman yang “mengawinkan”
cita rasa lokal nusantara dengan rasa western kekinian.
Owner dari Mamahke Jogja ini adalah sutradara kawakan Hanung Bramantyo, serta seorang istri artis dengan perawakan cantik, Zaskia Mecca. Kompo pasangan ini mengikuti trend kue artis yang dulu sempat booming, namun tetap bisa survive sampai sekarang, karena memang mengikuti alur perkembangan di sector food & beverage Yogyakarta.
Mamahke Jogja yang dulunya hanya menjajakan oleh-oleh merombak imej nya menjadi café yang menyediakan tidak hanya
oleh-oleh tetapi menu-menu beken yang sering kita jumpai pada café umumnya,
tetapi tidak meninggalkan kesan vintage nya.
Desain
bangunan dari Mamahke sendiri terinsipirasi dari taman wisata Taman sari yang
tepat berada disebelah Mamahke. Mamahkee Jogja mengusungkan desain vintage yang
dipadukan suasana tradisional khas Yogya, sangat menarik bukan?
Pengalaman
penulis nongkrong di Mamahke Jogja, terasa Ambience di dalam
Café ini terasa cozy untuk keperluan nongkrong ataupun kegiatan lain seperti
nugas, kumpul keluarga ataupun aktifitas lainnya. Disediakan juga bagian indoor
dan outdoor dengan banyak spot keren bernuansa vintage bagi kalian yang
mau menambah stock foto-foto instagramable.
Selain warga lokal, wisatawan luar kota juga sering singgah ke Mamahke Jogja. Menu paling terkenal di Mamahke Jogja sendiri adalah blenger, burger home made yang memiliki cita rasa unikr. Setiap kesempatan mengunjungi café ini, bleger nya Mamahke susah banget untuk dilewatkan. Selain burger dan kue Mamahke sebagai andalan, banyak menu yang ditawarkan Mamahke seperti minuman kopi koplo dan berbagai cemilan hasil fusion masakan nusantara dan western.
2. Kumpeni Café Gelato
Nama
Kumpeni berasal dari kata 'Kompeni', yaitu sebutan orang lokal untuk
orang-orang Belanda yang dulu pernah menjajah Indonesia. Tempat ini memiliki
gaya bangunan seperti peninggalan jaman penjajahan Belanda, yang terkesan unik
dan sudah jarang ditemui di zaman sekarang.
Di
samping itu, bangunan ini didekor dengan perabotan pada zaman dahulu yang
akhirnya membawa kesan antik layaknya suasana tempo dulu.
Tempat
ini terletak di Jalan Kyai Ahmad Dahlan No. 32, Notoprajan, Kota Yogyakarta.
Kamu bisa menikmati hidangan hanya mulai dari Rp15 ribu saja.
Di
kafe ini pengunjung akan merasakan nostalgia ke era 80-an hingga 90-an. Sebab
desain interiornya tampak ramai dengan barang antik yang populer di masa itu.
Bahkan perabotan, furniture, hingga pajangan yang digunakan terkesan sangat
jadul. Setiap sudut kafe pun dapat dimanfaatkan menjadi spot foto yang
instagramable.
Tak
hanya desainnya yang jadul, menu yang ditawarkan sangat tradisional dan khas
rumahan, seperti pisang goreng, nasi goreng, wedang jahe, es teh dan sebagainya
Conclusion, kafe ini mengusung tema vintage Eropa klasik yang sangat kental.
Tidak hanya memberikan nuansa vintage yang cozy, tetapi sekaligus jadi tempat
swafoto favorit para milenial.
3. Warung Lawas
Sesuai
dari penamaanya café nya, Lawas berasal dadi bahasa Jawa yang berarti edisi
lama yang melambangkan bahwa kafe tersebut juga mengangkat desain tempo dulu.
Spesialnya dekorasi tempat ini adalah terdapat beberapa seni mural yang
terdapat di dinding bangunan tersebut, sehingga menambah kesan estetik dari
kafe.
Warung
Lawas merupakan resto sekaligus kafe yang menonjolkan atmosfir vintage.
Meski terkesan jadul, bukan berarti tempat nongkrong ini
terkesan tua dan kuno. Sebaliknya, interiornya justru nampak instagenic dengan
mural serta beberapa ornamen klasik. Tempat ini juga tak kalah dari tongkrongan tempo
dulu lain, yaitu selalu menghiasi beberapa titik menggunakan perabotan atau
hiasan kuno yang menambah gaya tempo dulu /
Didominasi
warna putih dan coklat hingga furniture kayu dengan dipenuhi oleh dreamcatcher
dan pernak-pernik lainnya membuat kafe ini tampak terlihat vintage. Uniknya,
kafe ini terdapat tas hingga perlengkapan dekorasi yang bisa dibeli pengunjung.
Tempat
nongkrong ini awalnya bernama Lawas 613 Cafe namun kini menjadi Warung Lawas.
Suasana Jawa klasik terasa sangat kental, meja dan kursi di desain tampak
mengelupas sehingga menambah kesan jadul. Interiornya tampak vintage dan
instagenic dengan ornamen kuno di dalamnya.
Warung lawas beroperasi setiap hari dari jam 7 pagi sampai jam 10 malam, beralamat di Jalan. Prawirotaman 2 No.613, Brontokusuman, Kec. Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
4. Studio Alam Gamplong
Spot kawasan wisata ini sering kali menjadi latar belakang pembuatan film lawas bernuansa abad 16 sampai 17an. Bisa terlihat dari bentuk bangunan dan properti kuno yang tertata sedemikian rupa sehingga menimbulkan atmosfir yang jadul banget.
Spot ini menarik banyak perhatian kalangan muda yang mencari suasana nostalgia
dan klasik untuk latar foto di sosial media. Di dalam Studio Alam Gamplong
tersebut anda akan disuguhkan dengan beberapa zona yang memiliki daya tarik
tersendiri. Diantaranya seperti Zona Replika Kranggan Surabaya, Zona Pecinan,
Benteng VOC, dan tak ketinggalan juga ada zona rumah tingkat yang terbuat dari
bahan dasar kayu.
Selain
menyediakan spot foto, studio gamplong juga menyediakan berbagai stand atau
warung untuk kamu yang mau berwisata kuliner, tentunya dengan tema Tempo Doeloe
ala Jogja.
Studio Alam Gamplong ini berada di Dusun Gamplong, Desa Sumber Rahayu, Tepatnya di Kecamatan Moyudan, Sleman, Jogjakarta. Jika dari pusat kota Jogja, lokasinya sekitar 16 km. Tempat wisata ini lokasinya juga tak jauh dari Sungai Progo dan Kabupaten Kulon Progo. Untuk transportasi umum menuju Gamplong Studio ini belum tersedia.
5. Café Brick
Café
Brick ini merupakan spot wisata berupa café yang mempunyai ciri khas interior
nya yang vintage. Suasananya terasa ke-eropa-eropaan dengan konsep yang elegan dan ekslusif. Cafe
ini cocok dijadikan sebagai tempat berkumpul dengan teman-teman atau sekadar
berfoto-foto.
Cafe
Brick beroperasional setiap hari pukul 08.00-24.00 WIB. Lokasinya di Jalan
Damai No.8, Sinduharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.
Café
brick menyediakan berbagai elemen dan suguhan pengalaman bagi pengunjungnya, untuk bisa merasakan atmosifr ngopi ataupun nongkrong di eropa tempo dulu.
Di sekitar café dan dalam interior nya terdapat berbagai poster, hiasan
dinding, hingga piringan hitam membuat kafe ini terkesan sangat klasik.
Menu
yang ditawarkan sangat beragam dan harganya pun cukup terjangkau. Suasananya
nyaman dan hangat, cocok untuk tempat ngobrol bersama para sahabat.
Kafe unik dengan suasana lawas ini beroperasional setiap hari pukul 09.00-24.00 WIB. Lokasinya terletak di Jl. Damia no. 8, Tambakan, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Bagaimana temen-temen yang lagi di Jogja ataupun calon pengunung Jogja? Dari berbagai
rekomendasi spot vintage yang diberikan diatas, mana nih yang paling menarik
perhatian kalian? Yuk lansung aja cobain satu-satu sekalian biar bisa bandingin
langsung experience vintage nya hahaha, ditunggu kedatanganya di Yogyakarta ya!






Komentar
Posting Komentar